Selasa, 13 Maret 2012

Tumbuhan Mangrove


FUNGSI DAN MANFAAT HUTAN MANGROVE

Mangrove merupakan komunitas/ kelompok tumbuhan tropis yang tumbuh di atas rawa-rawa  yang terletak biasanya pada garis pantai dan dipengaruhi oleh air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana adanya lumpur serta dapat juga tumbuh pada pantai berpasir dan karang. 

Mangrove memiliki beberapa fungsi antara lain funsi fisik, fungsi kimia, fungsi biologi, fungsi ekonomi, dan fungsi lain (wanawisata).


Fungsi fisik kawasan mangrove :
  1.  Menjaga garis pantai agar tetap stabil
  2. Melindungi pantai dan tebing sungai dari proses erosi atau abrasi, serta menahan atau menyerap tiupan angin kencang dari laut ke darat
  3. Menahan sedimen secara periodic sampai terbentuk lahan baru
  4. Sebagai kawasan penyangga proses intrusi atau rembesan air laut ke darat, atau sebagai filter air asin menjadi tawar
Fungsi kimia kawasan mangrove :
  1.   Sebagai tempat terjadinya proses daur ulang yang menghasilkan oksigen
  2.   Sebagai penyerap karbondioksida
  3.  Sebagai pengolah bahan-bahan limbah hasil pencemaran industry dan kapal-kapal di lautan

Fungsi biologi kawasan mangrove :   
Sebagai penghasil bahan pelapukan yang merupakan sumber makanan penting bagi invertebrate kecil pemakan bahan pelapukan (detritus), yang kemudian berperan sebagai sumber makanan bagi hewan yang lebih besar
  1.  Sebagai kawasan pemijah atau asuhan (nursery ground) bagi udang, ikan, kepiting, kerang yang setelah dewasa akan kembali ke lepas pantai
  2. Sebagai kawasan untuk berlindung, bersarang, serta berkembang biak bagi burung dan satwa lain
  3. Sebagai sumber plasma nutfah dan sumber genetika
  4. Sebagai habitat alami bagi berbagai jenis biota darat dan laut lainnya

Fungsi ekonomi kawasan mangrove sebagai sumber devisa yang berasal dari :
  1. Penghasil kayu, misalnya kayu bakar, arang, serta kayu untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga
  2. Penghasil bahan baku industry, misalnya ppulp, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, alcohol, penyamak kulit, kosmetika, dan zat pewarna 
  3. Penghasil bibit ikan, udang, kerang, kepiting, telur burung, madu

Fungsi lain kawasan mangrove (wanawisata)
  1. Sebagai kawasan wisata alam pantai dengan keindahan vegetasi dan satwa, serta berperahu di sekitar mangrove.
  2.  Sebagai tempat pendidikan, konservasi, dan penelitian.

Berbagai macam produk dan jasa yang dihasilkan oleh hutan mangrove antara lain sebagai berikut :

1.    Kayu
Kayu yang dihasilkan dari hutan mangrove pada umumnya dimanfaatkan untuk peralatan pertanian, kerangka perahu, konstruksi berat, konstruksi dermaga dan jembatan, tiang pagar, tiang penyangga perangkap ikan, bahan pembuatan tannin, dan sebagai bahan bakar pembuatan garam
2.    Arang
3.    Kayu Bakar
Pada umumnya, jenis vegetasi mangrove yang dimanfaatkan untuk kayu bakar adalah Rhizopora spp. Kayu bakar tersebut digunakan untuk pengasapan ikan dan memasak air laut dalam produksi garam
4.    Joran Pancing/tiang
Jenis kayu nibung dapat dimanfaatkan untuk joran/tiang pancing untuk menahan jarring ikan pasang surut. Oleh karena kayu mangrove lebih tahan lama terendam air dan tahan terhadap cacing laut, maka kayu mangrove juga dapat digunakan untuk penahan reklamasi dan industry konstruksi
5.    Pulp
Beberapa jenis vegetasi mangrove dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pulp kertas. Indonesia mengekspor pulp ke Jepang dalam bentuk rayon untuk bahan tekstil
6.    Tanin
Kulit dari beberapa jenis vegetasi dapat menghasilkan tannin yang digunakan untuk menyamak kulit. Tanin juga digunakan untuk mengawetkan dan memperbaiki jaring ikan serta keperluan pabrik tinta, plastic, dan lem

SUMBER :
Arief, A. 2003. Hutan Mangrove, Fungsi dan Manfaatnya. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Kustanti, A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove. Bogor : PT Penerbit IPB Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar